Usai Cedera Parah, Pesepak Bola Ini Bisa Kembali ke Lapangan Hijau

Saat ini Hapidin sudah hampir 100 persen sembuh dari cedera kaki kirinya dan sedang mengikuti seleksi untuk klub Liga 2.

Usai Cedera Parah, Pesepak Bola Ini Bisa Kembali ke Lapangan Hijau
INSTAGRAM/HAPIDIN
Hapidin, mantan striker Persibat Batang. 

SUPERBALL, JAKARTA - Cedera adalah momok yang paling ditakuti oleh atlet olahraga, seperti halnya yang dialami oleh Hapidin, pesepak bola yang terakhir kali merumput untuk Persibat Batang.

Saat ini Hapidin sudah hampir 100 persen sembuh dari cedera kaki kirinya dan sedang mengikuti seleksi untuk klub Liga 2.

Hapidin yang pernah menjadi pecetak gol terbanyak dan peraih sepatu emas pada kompetisi divisi 1 musim 2014 mendapatkan cedera tulang kering kaki kirinya ketika ikut tarkam di Kebon Rowopucang, Pekalongan pada tahun 2015 saat PSSI dibekukan oleh pemerintah.

Kakinya dihajar oleh penjaga gawang lawannya yang mengakibatkan tulangnya retak dan anklenya juga terkena.

Sempat frustasi karena kakinya cedera dan penanganan paska operasi yang tidak baik membuat Hapidin ingin mengakhiri karirnya di sepak bola.

Hapidin pernah ditangani di Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) di Cibubur atas rekomendasi dari Kemenpora.

"Pada saat itu saya sempat frustasi dan ingin menjual sepatu emas dan penghargaan yang pernah saya raih untuk membiaya operasi kaki, tapi karena trophynya bukan dari emas asli jadi tidak laku, tapi sempat viral di Instagram saya," ucap Hapidin lewat WhatsApp kepada Super Ball, Senin (19/6).

Setelah di operasi di RSON, Hapidin masih merasakan sakit di anklenya, beruntung kejadian yang menimpa Hapidin ini diketahui oleh Royal Sports Medicine Centre, Sunter.

Melalui dokter IGM Febry Siswanto dilakukan pemeriksaan ulang dari cedera yang dialami Hapidin, ternyata ada perlengketan pada tulang sendi (Anthrofibrosis) yang diakibatkan dari pendarahan yang masuk kedalam persendian.

Sekitar awal April 2017 ini, Hapidin langsung di operasi lagi dengan tindakan Endoskopi yaitu memasukan alat khusus dengan kabel optik yang disambungkan ke monitor yang bisa melihat hingga kedalam lapisan tulang.

Operasi yang berlangsung hanya 1 jam ini hasilnya sangat sempurna sehingga Hapidin sekarang sudah bisa bermain bola lagi.

Menurut dokter Febry, apa yang dilakukan oleh Royal Sports Medicine Centre ini kepada Hapidin karena komitmen untuk membantu para atlet dari cabor apa saja yang cedera supaya bisa beraktifitas lagi dan bertanding.

Biasanya mereka terkendala masalah biaya, dan RSMC bisa membantu untuk hal itu asal si atlet punya komitmen untuk sembuh lagi.

"Kami di RSMC punya komitmen untuk membantu para Atlet dan punya target mengoperasi dan paska operasi hingga bisa bermain kembali dan biasanya recovery itu bisa berlangsung selama 6 bulan hingga 1 tahun.

RSMC yang berdiri sejak tahun 2014 adalah klinik yang fokus pada penanganan cedera olah raga dan sudah banyak atlet nasional dari cabor Basket, Sepak Bola, Bulu tangkis dan cabor lainnya yang berhasil ditangani dengan baik. (MAY)

Ikuti kami di
Editor: Gangga Basudewa
Sumber: Super Ball
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help