Home »

Sport

Sean Gelael Wakil Indonesia di Formula 2

Pada balapan musim 2017 ini, pebalap muda Sean Gelael yang kini berusia 20 tahun ini, akan membalap untuk tim Pertamina Arden

Sean Gelael Wakil Indonesia di Formula 2
ISTIMEWA
Sean Gelael 

Laporan Wartawan Harian Super Ball, Celestinus Trias HP

SUPERBALL.ID,SWISS - Ajang balap GP2 secara resmi berganti nama menjadi Formula 2 atau F2.

Keputusan perubahan nama balapan yang akan dimulai 14-15 Maret 2017 ini, disetujui dalam rapat World Motor Sport Council (WMSC) bersama Federation Internationale d'Automobile (FIA), di Jenewa, Swiss.

Sejak FIA resmi mengumumkan perubahan nama ajang balap tersebut, Muhammad Sean Gelael menjadi satu-satunya wakil Indonesia di balapan itu.

Balapan F2 diikuti 20 pebalap dari berbagai negara, dan akan dimulai tanggal 14-15 Maret 2017.

Pada balapan musim 2017 ini, pebalap muda Sean Gelael yang kini berusia 20 tahun ini, akan membalap untuk tim Pertamina Arden.

Di tim ini, Sean akan membalap dengan nomor mobil 21.

Dia akan berkolaborasi dengan pebalap asal Perancis, Norman Nato yang akan memakai nomor mobil 20.

"Saya sangat senang dan antusias bergabung dengan tim Pertamina Arden. Arden merupakan tim yang berpengalaman. Tim ini menunjukkan penampilan konsisten mereka dalam beberapa musim. Saya menjalani tes yang bagus bersama Arden akhir musim lalu dan saya sangat semangat untuk tetap bekerja sama dengan mereka musim ini,” kata Sean.

Dalam rangka persiapan balapan musim 2017, Sean dan Nato sudah menjalani latihan fisik maupun kemampuan teknik balapnya bersama tim Arden.

Sean telah mendapat kesempatan menjalani 10 kali tes simulator di tim Arden dan tim Formula 1 Red Bull.

Tim Arden dibangun Garry Horner yang merupakan ayah kandung dari bos tim Formula 1 Red Bull, Christian Horner.

Musim ini Arden menunjukkan keseriusan membangun tim dengan merekrut beberapa engineer berpengalaman, termasuk Gaetan Jego yang pernah memoles pebalap Meksiko, Esteban Guitierrez.

Isu perubahan nama ini sebenarnya sudah berkembang dan menjadi perdebatan dari musim lalu.

Namun, hal ini baru dapat direalisasikan, di mana salah satunya didorong oleh perubahan kepemilikan hak komersial F1 dari CVC, yang sebelumnya mengontrol GP2 dan GP3 ke Liberty Media.

Ikuti kami di
Editor: Dewi Pratiwi
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help